Sabtu, 08 Agustus 2015

Menguak Harta Karun Terpendam di Lautan Indonesia

Laut Indonesia memandam harta karun yang melimpah.


Laut Indonesia memandam harta karun yang melimpah sisa-sisa  kapal-kapal zaman dahulu. Konon, harta karun banyak karena perairan Nusantara dilintasi berbagai kapal yang berlayar dari China, Vietnam, Thailand, Borneo, India, lalu menuju Jawa.

Sebagian besar kapal-kapal itu tenggelam karena berbagai penyebab di antaranya menabrak karang, diterjang badai, atau kalah saat diserang musuh.

Diduga kapal itu tenggelam bersama ribuan emas batangan, batu perhiasan, porselen,  keramik, mutiara, berlian dan lain-lain yang nilainya mencapai jutaan dolar AS.

Sebagian harta karun itu ada yang sudah terangkat dari dasar laut tapi masih banyak lagi yang terendam di dasar laut.

National Geographic (2001) menyebutkan tentang tujuh kapal kuno tenggelam di perairan Indonesia bagian barat, terutama Selat Malaka, pada abad XVII-XX. Kapal-kapal itu adalah Diana (Inggris), Tek Sing dan Turiang (China), Nassau dan Geldennalsen (Belanda), Don Duarte de Guerra (Portugis), serta Ashigara (Jepang).

Ada sekitar 463 titik lokasi yang diduga terdapat harta karun dari kapal-kapal yang karam, ini berdasarkan catatan resmi dari Badan Riset Departemen Kelautan dan Perikanan, 463 kapal kuno yang karam tersebut sekitar tahun 1508-1878.

Baru 10 titik yang sudah dilakukan pengangkatan secara legal.Kesepuluh titik tersebut antara lain berada di Perairan Blanakan (Subang), Perairan Buaya Wreck (Batam), Perairan Karang Cina (Pulau Seribu), Perairan Intan Cargo Selat Gelasa (Bangka Belitung), Perairan Cirebon, Teluk Sumpat (Tanjung Pinang), Karang Heliputan (Tanjung Pinang), Karawang, Belitung Timur dan Jepara.

Hal itu belum termasuk kapal-kapal dagang abad III-XV yang didominasi saudagar China yang singgah atau berdagang di sejumlah pelabuhan pada zaman kerajaan di Nusantara.
Kapal layar China telah mengarungi perairan Asia selama berabad-abad . Banyak kapal yang membawa muatan yang hari ini tidak ternilai harganya, tenggelam. Diperkirakan ada ribuan kapal dagang asal China yang karam di kawasan ini dalam kurun waktu abad 10 hingga 20.

Selain kapal China,  kapal-kapal dari VOC, Inggris, Portugis dan Spanyol  juga mengalami nasib yang sama. Pelayaran dari Portugal ke Atlantik Selatan berlayar melalui Samudera Hindia dan ke Asia Tenggara.

Sejak tahun 1650, sekitar 800 kapal Portugis berlayar dari Lisabon yang hampir 150 kapal tidak pernah terdengar lagi. Kemungkinan tenggelam di perairan Nusantara.

Antara tahun 1600 dan 1800, English east India Company (EIC) telah kehilangan lebih dari 7000 kapal dan kebanyakannya tenggelam ke dasar laut terbawa bersamanya harta kekayaan. Sementara pada tahun 1808 dan 1809, EIC kehilangan 10 kapal yang berlayar pulang dan bersamanya hilang juga satu juta poundsterling lebih.

 Berburu harta karun Kesultanan Malaka

VOC Belanda juga telah kehilangan 105 kapal yang berlayar antara tahun 1602 dan 1794. Periode yang buruk adalah antara tahun 1725-1749 ketika VOC kehilangan 44 kapalnya yang berlayar pulang.

Tahun 2004, Luc Heymans dari perusahaan PT Paradigma Putra Sejahtera, Cosmix Underwater Research Ltd  menemukan sebuah kapal yang karam di perairan Cirebon pada tahun  976 M . Harta yang ditemukan: 271.381 keping benda berharga, terdiri dari 11 ribu mutiara, 4.000 rubi, 400 safir merah, 2.200 batu akik merah.

Ada juga vas terbesar dari dinasti Liao (907-1125 M), rock crystal dari Dinasti Fatimiyyah (909-1711 M). Penyelaman dilakukan sampai 22 ribu kali. Disebut sebagai penemuan terbesar di Asia. Nilainya 100 juta dolar AS (Rp 920 miliar).

Pada tahun 1986, dunia gempar dengan penemuan 100 batang emas dan 20.000 keramik Dinasti Ming dan Ching dari kapal VOC Geldennalsen yang karam di perairan Kepulauan Riau pada Januari 1751. Penemu harta karun itu adalah Michael Hatcher, warga Australia.

Percetakan Inggris, Hamish Hamilton Ltd, memublikasikan kisah petualangan dan temuan Hatcher itu dalam The Nanking Cargo (1987). Nanking Cargo merupakan sebutan kargo kapal VOC Geldennalsen yang berisi barang-barang berharga hasil transaksi perdagangan VOC di Nanking, China. Barang-barang yang dilelang Hatcher di balai lelang Belanda, Christie, senilai 15 juta dolar AS.

Pada tahun 1999 di Batu Hitam, Bangka Belitung, sebuah perusahaan asing mengambil ratusan batangan emas dan 60.000 porselen China Dinasti Tang yang dilelang senilai 40 juta dollar AS.

Setahun kemudian, perusahaan asing yang diduga di bawah kendali Hatcher mengangkut dan melelang 250.000 keramik China dari Selat Gelasa, Bangka Belitung, ke Nagel, balai lelang Jerman.

Di buku Pelayaran dan Perniagaan di Nusantara diperkirakan masih ada 30 ribu bangkai kapal yang karam di laut Indonesia sejak abad 19 dan 20. Sedikitnya ada 463 titik harta karun yang terpendam di laut Indonesia. Prediksi ini berdasarkan catatan sejarah terkait kapal karam pada periode 1508-1878.

Para pemburu harta karun menduga harta karun paling berharga masih tersimpan. Harta itu berasal dari kapal Flor de La Mar yang karam di selat Malaka pada tahun 1534 . Kapal ini berisi kekayaan Kesultanan Malaka seperti patung-patung emas yang hendak diangkut ke Portugis

Menguak Kisah Mistis Soeharto Pilih Menteri Pakai Wangsit

Setiap weton (hari lahir), Soeharto mengumpulkan para ahli spiritual.



Mendiang Presiden Soeharto dikenal sebagai orang yang sangat memelihara spiritual Jawa. Ia adalah salah satu tokoh yang cukup kuat kebatinannya pada saat itu. Gurunya tidak banyak, tapi ada orang yang mengaku-aku sebagai gurunya.
Padahal, Soeharto adalah mahaguru dalam kebatinan Jawa. Cuma hal itu untuk dirinya sendiri.

"Saya bisa membikin sejarah perguruannya. Dia pernah berguru pada Romo Marto dan Romo Budi. Soedjono Humardani yang disebut-sebut tokoh kebatinan Jawa di bawah Soeharto. Sedangkan nama Romo Diyat dari Semarang adalah teman seperguruannya. Banyak orang mengaku sebagai guru spiritual Soeharto," ujar Masud Thoyib, staf ahli TMII yang dekat dengan keluarga Cendana.

Diuraikan Masud, setiap weton (hari lahir), Soeharto mengumpulkan para ahli spiritual. Mereka diajak bersemedi bersama sebagai wujud rasa syukur telah dilahirkan atas kehendak Tuhan. Tapi di situ tidak ada istilah Soeharto meminta nasehat. Dia sendiri juga bisa tanya langsung pada Tuhan.

"Misalnya suatu saat akan meninjau ke Kalimantan. Lalu ada suara bilang begini,”"Ojo mangkat!" (jangan berangkat). Dia tidak berangkat ternyata pesawatnya meledak. Suara itu namanya pundensari. Ini suara Tuhan," katanya.

Soeharto selain menjalankan salat secara Islam juga melaksanakan meditasi setiap hari. Kemudian setiap tindakannya minta petunjuk Tuhan. Lalu Tuhan akan memberikan petunjuk melalui suaraning asepi. Pengertiannya adalah bisikan pada saat suasana paling hening

 Menentukan Menteri melalui wangsit

Hal ini semacam petunjuk atau orang jJwa mengatakan dawuh. Petunjuk beda dengan wangsit. Petunjuk datang pada saat dikehendaki. Sedang wangsit tidak bisa ditentukan waktunya. Misalnya untuk menentukan seorang menteri tidak tiba-tiba begitu saja.

Jadi itu hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang memiliki meditasi tingkat tinggi. Dengan cara seperti itu muncul spirit yang keluar dari dalam. Jika orang pernah bertemu Soeharto akan merasakan semacam ada angin yang berdesir di badannya.

Jika melihat foto-foto dulu pasti tangannya sedang bersedekap. Jadi ada suasana yang tentram pada lingkarannya. Aura semacam itu karena diasah terus menerus dan menjadi cara hidup sepanjang masa.

 Dia juga menghormati dan melaksanakan upacara-upacara adat Jawa. Misalnya dalam upacara perkawinan, dalam memasang bleketepe, meski rumah sudah demikian modern, tetap melakukan upacara itu. Hal ini menjadi bukti bahwa Soeharto memelihara budaya Jawa.

Menurut Masud,  Soeharto melakukan hal itu karena sebagai orang Jawa yang merasa Jawa. Dia memahami budaya Jawa. Hal itu menjadi pegangannya.

"Saya tidak tahu laku yang dilakukan Soeharto di rumah. Masalahnya jika di rumah lebih sinengker. Setahu saya dia tidak memiliki ruang khusus tapi cuma kamar biasa di mana sehari-hari memang untuk bersemedi. Saya cuma melihat dari luar tidak masuk kedalam.

Menurut saya, suasana rumah cendana sederhana, plafonnya rendah. Ada jendela yang memakai teralis, ukirannya juga tidak bagus. Justru dalam kesederhanaannya, rumah itu berwibawa," ujar dia. (ren)

Kisah Laksamana Cheng Ho, Muslim yang 'Disembah' Nonmuslim

Ia dihormati tak hanya oleh warga Tionghoa, namun warga Semarang.

 Klenteng Sam Poo Kong di Semarang, Jawa Tengah, berhubungan dengan muhibah atau perjalanan Laksamana Cheng Ho. Menurut inskripsi di Klenteng Sam Poo Kong yang ditulis dalam tiga bahasa, Inggris, China, dan Indonesia, tercatat Cheng Ho telah dua kali datang ke Kota Semarang, yakni pada 1406 dan 1416 M.

Asal nama Sam Poo Kong diceritakan berasal dari nama Cheng Ho. Laksamana Cheng Ho merupakan sidasida (pria yang dikebiri dan mengabdikan diri pada istana) yang berasal dari Yunan dan biasa disebut San Pau. Sementara, orang-orang dari daerah Fukien menyebutnya dengan nama Sam Po. Diketahui, orang-orang China perantauan di Simongan berasal dari Fukien.

“Cheng Ho disebut Sam Po Tay Djien atau Sam Po Tao Lang yang berarti Tuan Besar Sam Po,” ujar Djawahir Muhammad, Budayawan Semarang.

Dalam buku Laksamana Cheng Ho dan Klenteng Sam Po Kong; diceritakan tentang asal usul Cheng Ho. Ia dilahirkan di Desa He Dai, Kabupaten Kunyang, Provinsi Yunan, pada tahun Hong Wu ke-4 (1371 M). Keluarganya bermarga Ma, dari suku Hui yang mayoritas beragama Islam.

Saat itu ekspedisi Cheng Ho mengerahkan armada raksasa. Pada muhibah pertama, tercatat sebanyak 62 kapal besar dan belasan kapal kecil dengan 27.800 ribu awak dikerahkan. Kapal yang ditumpangi Cheng Ho sendiri yang disebut 'kapal pusaka' merupakan kapal terbesar pada abad ke-15. Panjangnya 44,4 zhang (138 meter) dan lebar 18 zhang (56 m). 

Armada Tiongkok di bawah komando Cheng Ho itu pun berangkat pada tahun 1405. Armada itu singgah di Pelabuhan Bintang Mas (kini Tanjung Priok) dan di Muara Jati (Cirebon). Saat menyusuri Laut Jawa, Wang Jinghong (orang kedua dalam armada itu) sakit keras. Mereka mendarat di Pantai Simongan, Semarang, dan tinggal sementara di sana.

Wang, yang kini dikenal sebagai Kiai Jurumudi Dampo Awang, akhirnya menetap dan menjadi cikal bakal warga Tionghoa di sana. Wang juga mengabadikan Cheng Ho menjadi sebuah patung (disebut Mbah Ledakar Juragan Dampo Awang Sam Po Kong), dan membangun kelenteng Sam Po Kong atau Gedung Batu.

Walau Laksamana Cheng Ho beragama Islam, warga China non–Muslim tetap memujanya. Sosok Cheng Ho sangat dihormati tak hanya oleh warga Tionghoa, namun juga warga setempat.  

Setiap malam Jumat Kliwon, mereka berkunjung ke Sam Poo Kong. Dengan membawa bunga, mereka mendatangi patung Cheng Ho layaknya mendatangi makam wali atau sunan. Hal tersebut tak beda jauh dengan apa yang dilakukan warga Tionghoa yang menyembah Cheng Ho layaknya dewa. Meski telah diketahui secara jelas bahwa Cheng Ho beragama Islam, namun tak menyurutkan masyarakat Tionghoa untuk menyembah dan memujanya. 

Penyembahan tersebut berawal dari salah kaprah menyikapi patung yang dibuat orang-orang pendahulu. Berawal satu dua orang yang menyebut keinginannya di depan patung Cheng Ho, namun ternyata terkabul.
 
Kabar pun berkembang. Warga Tionghoa mulai percaya patung Cheng Ho dapat menjadi perantara doa mereka kepada Tuhan. Mereka pun mulai menyembahnya.
 
“Sebenarnya pembuatan patung Cheng Ho oleh pemukim China bersama Juru Mudi Cheng Ho yang beragama Islam tidaklah ditujukan untuk menyembah laksamana besar itu. Patung Cheng Ho dibuat sebagai penghormatan,” tambahnya.

Sejarah Panjang Odol, Hingga Lekat di Hati Masyarakat

Pasta gigi ini sudah terkenal sejak zaman penjajahan Belanda.
Pasta gigi adalah sejenis cairan kental yang digunakan untuk membersihkan gigi. Kebanyakan, pembersih ini digunakan bersamaan dengan sikat gigi.

Salah satu merek pasta gigi yang terkenal di Indonesia bernama ’Odol’. Pasta gigi merek ini diketahui sudah terkenal sejak zaman penjajahan Belanda.

Sebenarnya, Odol merupakan salah satu merek pasta gigi asal Jerman yang dibawa oleh para tentara Hindia Belanda. Walau merek ini sudah tidak beredar lagi di Indonesia, pasta gigi ini rupanya melekat hingga semua merek pasta gigi disebut Odol.

Diklaim, Odol dengan wadah berwarna biru muda ini mampu menggeser pemakaian tumbukan batu-bata dan bubuk buah pinang yang kala itu masih banyak digunakan penduduk Indonesia untuk menggosok gigi.

Saat itu, masyarakat kesulitan untuk mengucapkan istilah Belanda, kata tandpasta (tand : gigi) ini. Alhasil, diambilah jalan termudah dengan menyebut nama mereknya, yaitu ’Odol’.

Pada eranya, telah beredar iklan pasta gigi ’Odol’ ini. Ada iklan yang bertuliskan Mooi Tanden yang bermakna ’gigi geligi yang indah’, ada juga yang bertuliskan Zahnpasta yang merupakan kata bahasa Jerman dengan makna yang sama.

Odol di negara asalnya hingga saat ini masih beredar. Bahkan, pasta gigi ’Odol’ ini juga dipasarkan di kawasan negara-negara Eropa seperti Ceko, Hungaria, Belanda dan sebagainya.

Odol pertama kali diproduksi di Jerman oleh Dresden Chemical Laboratory Lingner, yang sekarang lebih dikenal sebagai Lingner Werke AG. Inovasi pertama yang mereka ciptakan yaitu cairan pencuci mulut atau yang lazim kita kenal sekarang ini dengan sebutan mouthwash pada 1892.

Lingner adalah orang yang giat mengkampanyekan hidup higienis. Dia juga dikenal sebagai orang pertama yang mengadakan International Hygiene Exhibition pada 1911. Berdirinya museum The German Hygyene Museum di Dresden pun atas inisiatif Karl.

Odol bukan yang pertama sebagai merek yang memproduksi massal pasta gigi. Di Amerika Serikat, penggunaan pasta gigi krim seperti yang sekarang ditemukan sudah ada pada abad ke-19.

Perusahaan Colgate yang ada di Amerika Serikat adalah perusahaan pertama yang memproduksi pasta gigi bentuk krim, penemunya William Colgate.

Sejarah pasta gigi dimulai sejak 5.000 tahun yang lalu lewat peradaban Mesir Kuno. Ketika itu masyarakat Mesir Kuno membuat pasta gigi dengan bahan terbuat dari campuran kuku lembu jantan yang dihancurkan, tepung, batu apung, dan debu dari cangkang telur yang telah dibakar. Saat itu sikat gigi juga belum ditemukan, jadi membersihkan gigi pun dengan menggunakan jari-jari tangan.

Pada masa peradaban Mesir Kuno, ternyata orang-orang Persia pun menciptakan ramuan sejenis untuk membersihkan gigi. Cuma bedanya, mereka menambahkan bahan-bahan alami yang berasal dari tumbuhan untuk membuat pasta gigi bubuk. Penemuan bangsa Persia ini tercantum dalam naskah kuno, sekira 1.000 tahun lalu. (one)

Jumat, 07 Agustus 2015

Kisah Cinta Bung Karno dan Geisha Kelab Malam Jepang

Geisha sejati jarang terlibat hubungan seksual dengan pelanggannya.







 VIVA.co.id - Ia lahir tahun 1940, anak perempuan ketiga seorang pekerja bangunan di Tokyo. Ia lahir dari keluarga sederhana, sehingga Naoko harus bekerja sebagai pramuniaga di perusahaan asuransi jiwa Chiyoda, sampai ia lulus sekolah lanjutan pertama pada tahun 1955.

Wanita berdarah Jepang ini adalah seorang  geisha. Dalam bahasa Jepang, geisha berarti "orang seni" atau orang yang terampil dalam seni tradisional Jepang seperti musik, tari, menyanyi, dan upacara minum teh.

Kebanyakan orang mengira geisha adalah pelacur. Geisha sejati jarang terlibat hubungan seksual dengan pelanggannya. Peran utama geisha adalah sebagai penghibur.

Para geisha biasanya dipanggil ke pesta di mana mereka bertugas menghidupkan suasana dengan menari, menyanyi, atau cara lain.

Dalam buku Total Soekarno karya Roso Daras diceritakan bahwa Naoko menekuni profesi geisha di Akasaka’s Copacabana di Tokyo, salah satu kelab malam favorit yang sering dikunjungi para tamu asing.


Ke kelab inilah Sukarno datang pada 16 Juni 1959. Ia bertemu Naoko. Kecantikan Naoko membuat Bung Karno jatuh cinta.

Dengan dicomblangi Masao Kubo, Bung Karno berkesempatan berjumpa kembali dengan Naoko di hotel tempat Bung Karno menginap.

Setahun kemudian, ia mengundurkan diri dari profesi geisha. Tak lama, Bung Karno segera melayangkan undangan kepada Naoko untuk berkunjung ke Indonesia. Soekarno bahkan menemaninya dalam salah satu perjalanan wisata ke Pulau Dewata.

Tiga tahun kemudian, tepatnya 3 Maret 1962, Naoko menerima pinangan Bung Karno, dan mengganti namanya dengan nama pemberian Soekarno. Naoko Nemoto menjadi Ratna Sari Dewi. Orang-orang kemudian menyebutnya Dewi Soekarno.

Bung Karno menikah dengan Dewi dan dikaruniai satu putri, Kartika Sari Dewi Soekarno atau Kartika Soekarno, dan akrab dipanggil Kartika Sari Dewi.

Pada akhirnya Ratna Sari Dewi dan Hartini yang begitu terlibat secara emosional dengan Bung Karno di hari-hari terakhir kehidupan Bung Karno sebelum mangkat.

Hartini yang setia mendampingi di saat ajal menjemput. Hartini tahu, dalam keadaan setengah sadar di akhir-akhir hidupnya, Bung Karno membisikkan nama Ratna Sari Dewi. Hal itu diketahui pula oleh Rachmawati.

Rachmawati,  putri Bung Karno yang paling sering mendampingi bapaknya di akhir hayat, luluh hatinya. Tak ada lagi rasa "tak suka" kepada Hartini maupun Ratna Sari Dewi.

Rachma sadar, ayahnya begitu mencintai Hartini dan Dewi, sama seperti besarnya cinta Bung Karno kepada Fatmawati, ibunya. (one)

Ternyata Hewan Qurban Tidak Merasa Sakit Ketika Disembelih

Para pecinta kumpulan misteri, ternyata pernyataan hewan Qurban tidak merasa sakit ketika disembelih itu benar adanya. Hal ini terbukti dari penelitian yang dilakukan oleh Dr. Hazim dan Prof Wilhelm Schulze, staff peternakan dari Hannover university yang berlokasi di Jerman. Penelitian yang mereka lakukan adalah sebuah penlitian untuk mengetahui lebih sakit mana yang dirasakan oleh hewan ketika disembelih. Apakah lebih sakit dengan cara menyembelih yang islami atau dengan cara barat. Cara menyembelih hewan yang dilakukan dengan syariat islami, itu dilakukan dengan menggunakan pisau tajam secara murni atau dengan kata lain dilakukan tanpa pemingsanan pada hewan tersebut terlebih dahulu. Sementara pada cara barat, hewan yang hendak disembelih biasanya dilakukan pemingsanan terlebih dahulu pada hewan tersebut, kemudian setelah pingsan hewan tersebut dipukul kepalanya hingga mati.




Pada penelitian tersebut staff peternakan tersebut menyimpan elektroda (mikrochip) yang lebih dikenal dengan istilah Electro Encephalograph (EEG) yang kemudian dipasang pada bagian permukaan otak hewan tersebut yang menyentuh titik rasa sakit (panel). Hal ini berfungsi untuk mencatat dan merekam derajat rasa sakit yang ditimbulkan ketika hewan tersebut disembelih. Selain itu, pada bagian jantung hewan tersebut juga disimpan Electro cardiograph (ECG) yang berfungsi untuk merekam aktifitas dari jantung saat darah hewan tersebut keluar ketika disembelih. Pemasangan kedua elektroda tersebut dilakukan beberapa minggu sebelum dilakukannya penyembelihan. Hal ini bertujuan agar hewan tersebut dapat beradaptasi dengan penyimpanan kedua microchip tersebut dalam bagian tubuhnya.
Penyembelihan Hewan Berdasarkan Syariat Islam
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bahwa islam tidak mengajarkan untuk menyembelih hewan dengan cara dilakukan pemingsanan terlebih dahulu. Melainkan dengan cara langsung memotongnya menggunakan pisau yang tajam tepat pada 3 saluran yang terdapat pada bagian lehernya, yaitu bagian untuk saluran nafas, makan, dan juga dua bagian dari saluran pembuluh darah, diantaranya arteri karotis dan juga vena jugularis.
Dalam penyembelihan hewan secara syariat islam, ternyata dalam 3 detik pertama, yaitu setelah 3 saluran tersebut terputus dari leher hewan yang disembelih, tenyata tidak terdapat perubahan atau pun adanya indikasi rasa sakit pada grafik EEG. Kemudian pada 3 menit selanjutnya barulah terdapat penurunan grafik pada EEG yang terjadi secara bertahap dan hampir sama dengan kejadian penurunan grafik pada saat tidur, hingga hewan tersebut benar-benar kehilangan kesadarannya. Pada saat itulah ECG mencatat bahwa aktifitas jantungnya mulai meningkat luar biasa, dan setelah 6 detik darah dari seluruh anggota tubuhnya mulai terpompa keluar.
Hal tersebut merupakan bentuk refleksi gerakan antar jantung dan sumsum tulang belakang yang saling berkoordinasi. Sehingga hal ini dinyatakan sebagai bentuk tidak adanya rasa sakit sama sekali ketika hewan tersebut disembelih. Karena darah dari hewan tersebut yang terpompa untuk keluar itu tadi, maka daging yang dihasilkannya pun merupakan bentuk daging yang sehat untuk dikonsumsi.
Penyembelihan Hewan Berdasarkan Cara Barat
Menyembelih hewan dengan cara barat, itu dilakukan dengan pemingsanan terlebih dahulu. Pemingsanan tersebut dilakukan hingga hewan ternak tersebut terhuyung dan mulai tidak sadarkan diri, sehingga hewan tersebut mudah untuk disembelih dan tidak meronta-ronta, sehingga tampak tidak merasakan sakit. Pada penyembelihan dengan cara barat ini, darah yang dikeluarkan dari tubuh hewan yang disembelih lebih sedikit jika dibandingkan dengan hewan yang disembelih dengan menggunakan syariat islam. Akan tetapi pada proses pemingsanan tersebut justru tercatat bahwa ada kenaikan pada EEG, yang berarti bahwa terdapat tekanan dari rasa sakit yang dirasakan oleh hewan ternak tersebut. Hal ini diindikasi karena proses pemukulan agar hewan tersebut pingsan terlebih dahulu.
Grafik EEG yang meningkat pada hewan ternak tersebut juga berkoordinasi dengan grafik ECG yang menjadi turun pada batas yang paling bawah, sehingga fungsi jantung pun melemah dan darah yang dikeluarkan tidak maksimal karena jantung tidak dapat berfungsi untuk mengeluarkan darah tersebut. Darah yang tertahan dan tidak dapat keluar pada akhirnya menjadi darah yang membeku pada urat atau pun pembuluh darah yang terdapat di dalam daging hewan tersebut. oleh karena itu daging yang dihasilkan justru menjadi daging yang tidak sehat untuk dikonsumsi, dan tidak layak untuk dikonsumsi manusia.
Berdasarkan hasil dari kedua penelitian tersebut, akhirnya dapat diketahui bahwa penyembelihan dengan syariat islamilah yang terbaik. Karena ketika hewan tersebut meronta-ronta itu bukanlah ekspresi dari rasa sakit hewan tersebut, melainkan hanya bentuk ekspresi keterkejutan otot dan saraf saja, yaitu tepatnya pada saat darah mengalir keluar dari tubuhnya. Hal ini terbukti dari penelitian di atas yang dilakukan dengan bantuan penggunaan alat EEG dan juga ECG. Oleh sebab itulah, penggunaan pisau yang tajam dalam menyembelih hewan sangat lah dianjurkan. Karena hal tersebut dapat mengurangi rasa sakit dari hewan yang hendak disembelih tersebut. Melalui penelitian tersebut, pada akhirnya kita juga dapat mengetahui tarnyata hewan Qurban tidak merasa sakit ketika disembelih.

Cara Mudah Mengetahui Waktu Shalat

Masuk waktu shalat, inilah salah satu syarat sahnya shalat fardhu. Maka shalat yang dikerjakan di luar waktu akan menjadi batal. Lalu bagaimana kita mengetahui waktu-waktu shalat sesuai petunjuk syariat? Berikut keterangannya.
1. Cara Mengetahui Waktu Dhuhur
Para ulama telah sepakat bahwa waktu dhuhur berawal ketika matahari sudah tergelincir (waktu zawal), sesuai dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam:
Artinya: “Dan waktu dhuhur dimulai ketika matahari telah tergelincir.” (HR. Muslim dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash)
Dan waktu dhuhur berakhir ketika masuk waktu ashar (ketika bayangan benda sepanjang aslinya). Hal ini sebagaimana hadits:
Artinya: “Dan waktu dhuhur adalah sebelum tiba waktu ashar.” (HR. Muslim dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash)
Untuk mengetahui waktu Dhuhur secara tepat maka bisa ditempuh cara-cara sebagai berikut:
1. Tancapkan tiang sepanjang 1 m (lebih panjang lebih baik) secara tegak lurus dengan bumi.
2. Buatlah lingkaran-lingkaran dengan tiang sebagai titik pusatnya, usahakan selisih diameter antara lingkaran tidak terlalu lebar (sehingga perhitungan lebih teliti).






• Lebih kurang pukul 11.30, muadzin harus mulai mengamati panjang bayangan pada lingkaran-lingkaran yang berpusat pada tiang. Akan didapati, bayangan akan semakin memendek dan sekaligus mengalami pergeseran sudut ke arah timur.
• Suatu saat bayangan tersebut akan mencapai titik jenuh selama beberapa saat (tidak memendek dan memanjang) dan hanya mengalami pergeseran sudut saja ke arah timur. Temponya lebih kurang 10 hingga 15 menit. Waktu ini disebut waktu karahah (waktu yang dilarang shalat padanya). Panjang bayangan di saat waktu karahah disebut fai’ zawal.
• Setelah melampaui waktu karahah, bayangan akan mulai memanjang. Dan inilah awal waktu dhuhur.
• Sedangkan akhir dari waktu dhuhur adalah ketika panjang bayangan sama panjang dengan tiang ditambah dengan fai’ zawal.
Sebagai catatan: arah bayangan dan panjang fai’ zawal berubah-ubah sesuai dengan posisi matahari saat penentuan waktu. Jika matahari condong ke arah selatan maka bayangan berpindah di sebelah utara. Jika posisi matahari tepat di arah timur maka panjang fai’ zawal 0 (nol). Wallahu a’lam.
2. Akhir Waktu Dhuhur
Adapun akhir waktu dhuhur adalah ketika panjang bayangan sama dengan bendanya (masuknya waktu ashar). Sesuai dengan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam:
Artinya: “Kemudian Jibril shalat dhuhur ketika bayangannya sama dengan benda.” (HR. Muslim dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash)
Demikianlah hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam.
“Suatu hal yang berlebihan bagi orang yang tidak melakukan shalat sampai datangnya waktu shalat setelahnya.” (HR. Muslim dari Abu Qatadah)
3. Cara Mengetahui Waktu Ashar
Awal waktu ashar adalah akhir dari waktu dhuhur. Sesuai dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam:
Artinya: “Jibril shalat bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam dan para shahabatnya pada hari pertama ketika bayangannya sama dengan bendanya.” (HR. Muslim dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash)
4. Akhir Waktu Ashar
Akhir waktu ashar ada dua macam:
1. Waktu ikhtiyari, yakni ketika bayangan benda dua kali panjang aslinya. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam:
Artinya: “Dan pada hari kedua Jibril shalat bersama mereka ketika bayangan dua kali lipat panjang bendanya. Kemudian dia mengatakan waktu ashar adalah diantara dua ini.” (HR. Muslim dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash)
2. Waktu idlthirary (waktu terpaksa), yakni sampai tenggelamnya matahari. Hal ini sesuai dengan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam:
Artinya: “Barangsiapa yang mendapatkan satu rakaat sebelum matahari tenggelam berarti ia mendapatkan shalat ashar.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)
Akan tetapi tidak sepantasnya seorang muslim menunaikan shalat ashar di akhir waktu (semisal jam 5 sore) kecuali jika terpaksa. Hal ini sesuai dengan perkataan Imam Ibnu Qudamah.
Shalat ashar di saat matahari telah berwarna kuning atau menjelang terbenamnya matahari merupakan ciri-ciri shalat orang yang munafik sesuai dengan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam:
Artinya: “Itu adalah shalat orang munafik 3x. Mereka duduk-duduk (menunggu matahari hendak terbenam) sehingga tatkala matahari berada di antara dua tanduk syaithan, dia lakukan shalat empat rakaat dengan cepat kilat ibarat ayam yang sedang mematuk, dia tidak berdzikir kepada Allah kecuali sedikit saja.” (HR. Muslim dari Anas bin Malik)
5. Cara Mengetahui Waktu Maghrib
Para ulama bersepakat bahwa waktu maghrib adalah ketika matahari terbenam, berlainan dengan orang-orang syi’ah yang menetapkan bahwa waktu maghrib berawal ketika bintang bersinar. Adapun caranya sebagai berikut:
1. Bila muadzin berada di pesisir menghadap ke barat maka pengamatan lebih mudah. Bundaran matahari akan terlihat dengan jelas ketika terbenam. Di saat itulah, waktu maghrib tiba.
2. Jika di arah barat terbentang gunung tinggi atau tembok yang menjulang, maka pengamatan bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut:





Lihatlah ke arah timur. Pada bagian no. 1 langit terlihat lebih terang. Dan harus diingat di mana letak (ketinggian) matahari di kala terbit. Jika bagian yang berada di bawah (bagian no. 2) telah terlihat hitam (gelap) secara merata, maka sudah masuk waktu maghrib.
Jika rona gelapnya belum mendatar dan antara bagian no. 1 dan no. 2 belum ada perbedaan yang jelas antara dua bagian tadi maka belum masuk waktu maghrib.
Untuk meyakinkannya seorang muadzin bisa menghadap ke arah barat di atas bukit atau tembok tinggi. Jika sudah tidak ada lagi sinar dari arah barat berarti sudah masuk waktu maghrib, dan biasanya ditandai dengan warna kemerah-merahan di langit. Namun jika sinar masih ada, maka diperkirakan matahari belum terbenam, meskipun langit berwarna merah atau gelap sekalipun.
Adapun dalil tentang awal waktu maghrib adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam:
Artinya: “Dan waktu maghrib ketika terbenam matahari.” (HR. Bukhari no. 527 dan Muslim no. 1023 dari Jabir bin ‘Abdillah)
6. Akhir Waktu Maghrib
Adapun akhir waktu maghrib ketika terbenamnya warna kemerah-merahan di langit, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam:
Artinya: “Dan waktu maghrib adalah selama syafaq (warna kemerah-merahan) belum hilang.” (HR. Muslim no. 967 dari ‘Abdullah bin Amr bin Ash)
7. Awal Waktu Isya’
Adapun awal waktu isya’ adalah setelah hilangnya warna kemerah-merahan di langit sesuai dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam:
Artinya: “Adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam melakukan shalat isya’ ketika terbenamnya warna kemerah-merahan.” (HR. Muslim no. 969 dari Abu Musa Al Asy’ari)
8. Akhir Waktu Isya’
Adapun akhir waktu isya’ dibagi dua.
1. Waktu ikhtiyary (pilihan) ketika pertengahan malam. Sebagai misal, jika matahari terbenam pada pukul 6 sore dan terbit pada jam 6 pagi maka batas akhir waktu isya’ adalah pukul 12 malam. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam:
Artinya: “Dan waktu isya’ sampai pertengahan malam.” (HR. Muslim no. 967 dari Abdullah bin Amr bin Ash)
2. Waktu idlthirary (terpaksa) sampai masuknya waktu subuh, sesuai dengan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam:
Artinya: “Suatu hal yang berlebih-lebihan bagi orang yang tidak melakukan shalat sampai datangnya waktu shalat yang lain.” (HR. Muslim no. 1099 dari Abu Qatadah)
9. Cara Mengetahui Waktu Subuh
Adapun waktu subuh ketika terbitnya fajar shadiq, dan ini adalah kesepakatan para ulama, sesuai dengan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam:
Artinya: “Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam menunaikan shalat subuh ketika fajar merekah.” (HR. Muslim no. 969 dari Abu Musa Al Asy’ary)
Fajar ada dua macam yaitu fajar shadiq dan fajar kadzib (dusta).
Adapun fajar kadzib adalah seperti gambar berikut ini:





No. 1 (tempat terbit matahari) cahaya putih ke atas dan akan turun terus sampai akhirnya menyebar ke utara dan selatan sampai mendatar. Di saat tersebut (ketika fajar kadzib) no. 2 dan no. 3 masih dalam keadaan gelap.
Adapun fajar shadiq seperti gambar ini,





  No. 1 cahayanya putih mendatar. Ini menunjukkan fajar shadiq. Patokannya tergantung letak matahari ketika terbitnya.
– No. 2 kelihatan gelap/hitam. Warna gelap ini akan berangsur-angsur hilang dan berubah jadi warna putih.
10. Akhir Waktu Subuh
Akhir waktu subuh dibagi dua:
1. Ikhtiyary (pilihan) terus berlangsungnya waktu tersebut.
2. Idlthirary (terpaksa) sampai terbitnya matahari sesuai dengan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam:
Artinya: “Barangsiapa menjumpai rakaat sebelum terbitnya matahari sungguh telah menjumpai shalat subuh.” (HR. Bukhari no. 545 dan Muslim no. 656 dari Abu Hurairah)
11. Kapan Waktu Shalat yang Paling Utama
Di antara amalan yang paling dicintai Allah adalah shalat pada waktunya, yaitu di awal waktu, selain waktu tertentu yang dikecualikan. Pertama, yaitu shalat dhuhur ketika udara sangat panas menyengat maka yang afdhal adalah menunggu sampai suhu udara turun (berangsur dingin). Hal ini sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam:
Artinya: “Bila udara sangat panas terik maka tunaikanlah shalat tatkala udara mulai dingin.” (HR. Bukhari & Muslim dari Abu Hurairah)
Kedua, yaitu shalat isya’. Yang paling afdhal adalah mengakhirkannya hingga pertengahan malam. Berdasarkan hadits:
Artinya: “Nabi mengakhirkan shalat isya’ sampai pertengahan malam, kemudian keluar melakukan shalat kemudian berkata: seandainya kalau bukan karena kelemahan pada orang lemah, rasa sakit yamg diderita orang sakit atau keperluan orang-orang yang punya hajat maka aku akan akhirkan shalat isya’ hingga pertengahan malam.” (HR. Abu Daud no. 358 dan Ahmad no. 10592 dari Abu Sa’id Al Khudri)
Wallahu a’lam.
Referensi: Adzan Keutamaan, Ketentuan dan 100 Kesalahannya karya Al Ustadz Abu Hazim Muhsin bin Muhammad Bashori, penerbit: Pustaka Daarul Atsar, cet. Pertama Dzulhijjah 1426/ Januari 2006, hal. 123-136.