Prudential adalah sebuah asuransi jiwa yang memberikan dua proteksi bagia nasabah:
1. Memberikan simpanan
2. Memberikan perlindungan bagi tertanggung untuk kesehatan dan jiwa nasabah.
Produk yang diberikan adalah:
1. Produk Pendidikan
2. Produk Perlindungan asset.
3. Dana Pensiun.
Mari gabung jangan menyesal.
08127431384
Rabu, 03 Desember 2014
Sabtu, 19 Juli 2014
Antara Kecapean atau Tidak ada Upayah Untuk Ibadah
Di hari-hari terakhir menjalankan ibadah puasa kita terkadang disibukkan dengan berbagai macam kegiatan untuk mempersiapkan hari kemenangan yang disambut suka cita oleh orang-orang Islam diseluruh dunia. Akan tetapi ditengah-tengah kegiatan tersebut kita mungkin lupa pada 10 malam terakhir adalah malam rahmat Allah kepada kita dan pahala untuk beribadah begitu besar sekali. Seharusnya kita berlomba-lomba untuk meningkatkan kualitas ibadah kita seperti bertadarus Al-qur'an, tarawih atau shalat lima waktu kita kemasjid bagi laki-laki.
Kita lihat dimasjid makin hari makin maju kedepan dalam istilah shafnya makin sedikit jumlah jamaah yang hadir dalam melakukan shalat tarawih. Oleh karena itu perlu kita cari faktor penyebabnya apakah faktor kecapean atau faktor dari upayah tidak adanya untuk meraih keuntungan untuk ibadah. Memang kita dibulan ramadhan ini disibukkan dengan rutinitas kita sehari-hari untuk beribadah dan untuk mencari kehidupan kita sehari-hari dalam kondisi lapar disiang hari. Namun dalam hal ini bagaimanapun alasannya kalau seorang yang ingin sungguh-sungguh untuk meraih ridho Allah maka mereka selalu merasakan hal-hal positif untuk mendapatkan ridho Allah tersebut tanpa mencari-cari alasan supayah bisa orang percaya kepada kita.
Kita lihat dimasjid makin hari makin maju kedepan dalam istilah shafnya makin sedikit jumlah jamaah yang hadir dalam melakukan shalat tarawih. Oleh karena itu perlu kita cari faktor penyebabnya apakah faktor kecapean atau faktor dari upayah tidak adanya untuk meraih keuntungan untuk ibadah. Memang kita dibulan ramadhan ini disibukkan dengan rutinitas kita sehari-hari untuk beribadah dan untuk mencari kehidupan kita sehari-hari dalam kondisi lapar disiang hari. Namun dalam hal ini bagaimanapun alasannya kalau seorang yang ingin sungguh-sungguh untuk meraih ridho Allah maka mereka selalu merasakan hal-hal positif untuk mendapatkan ridho Allah tersebut tanpa mencari-cari alasan supayah bisa orang percaya kepada kita.
Rabu, 16 Juli 2014
Top 15 Inspirational Quotes
Inspirational quotes and motivational quotes have the power to get us
through a bad week, and can even give us the courage to pursue our
life’s dreams. In my book, 4 Keys to Happiness and Fulfillment at Work,
I share surprising research into the true triggers of workplace
motivation. So in the spirit of self motivation, here are 100
inspirational quotes.
1. Life isn’t about getting and having, it’s about giving and being. –Kevin Kruse
2. Whatever the mind of man can conceive and believe, it can achieve. –Napoleon Hill
3. Strive not to be a success, but rather to be of value. –Albert Einstein
4. Two roads diverged in a wood, and I—I took the one less traveled by, And that has made all the difference. –Robert Frost
5. I attribute my success to this: I never gave or took any excuse. –Florence Nightingale
6. You miss 100% of the shots you don’t take. –Wayne Gretzky
7. I’ve missed more than 9000 shots in my career. I’ve lost almost 300 games. 26 times I’ve been trusted to take the game winning shot and missed. I’ve failed over and over and over again in my life. And that is why I succeed. –Michael Jordan
8. The most difficult thing is the decision to act, the rest is merely tenacity. –Amelia Earhart
9. Every strike brings me closer to the next home run. –Babe Ruth
10. Definiteness of purpose is the starting point of all achievement. –W. Clement Stone
11. We must balance conspicuous consumption with conscious capitalism. –Kevin Kruse
12. Life is what happens to you while you’re busy making other plans. –John Lennon
13. We become what we think about. –Earl Nightingale
14.Twenty years from now you will be more disappointed by the things that you didn’t do than by the ones you did do, so throw off the bowlines, sail away from safe harbor, catch the trade winds in your sails. Explore, Dream, Discover. –Mark Twain
15.Life is 10% what happens to me and 90% of how I react to it. –Charles Swindoll
1. Life isn’t about getting and having, it’s about giving and being. –Kevin Kruse
2. Whatever the mind of man can conceive and believe, it can achieve. –Napoleon Hill
3. Strive not to be a success, but rather to be of value. –Albert Einstein
4. Two roads diverged in a wood, and I—I took the one less traveled by, And that has made all the difference. –Robert Frost
5. I attribute my success to this: I never gave or took any excuse. –Florence Nightingale
6. You miss 100% of the shots you don’t take. –Wayne Gretzky
7. I’ve missed more than 9000 shots in my career. I’ve lost almost 300 games. 26 times I’ve been trusted to take the game winning shot and missed. I’ve failed over and over and over again in my life. And that is why I succeed. –Michael Jordan
8. The most difficult thing is the decision to act, the rest is merely tenacity. –Amelia Earhart
9. Every strike brings me closer to the next home run. –Babe Ruth
10. Definiteness of purpose is the starting point of all achievement. –W. Clement Stone
11. We must balance conspicuous consumption with conscious capitalism. –Kevin Kruse
12. Life is what happens to you while you’re busy making other plans. –John Lennon
13. We become what we think about. –Earl Nightingale
14.Twenty years from now you will be more disappointed by the things that you didn’t do than by the ones you did do, so throw off the bowlines, sail away from safe harbor, catch the trade winds in your sails. Explore, Dream, Discover. –Mark Twain
15.Life is 10% what happens to me and 90% of how I react to it. –Charles Swindoll
Selasa, 15 Juli 2014
Bicara dan Diam
Banyak sekali ungkapan dalam berbagai bahasa yang memuji diam dibandingkan dengan bicara.
“Kalau berbicara adalah perak maka diam adalah emas.” Yang Anda
ketahui sebelum Anda ucapkan adalah tawanan Anda dan setelah Anda
ucapkan maka Anda menjadi tawanannya.” “Menyesal karena diam, hanya
sekali, menyesal karena bicara, seribu kali.” Demikian sedikit dari
banyak ungkapan dan kata hikmah.
Namun kata orang bijak: Keistimewaan diam ketimbang berbicara seperti yang tercermin dalam ungkapan di atas tidaklah mutlak. Membicarakan kebajikan dengan baik lebih baik daripada diam.” Di sini pembicaraan menjadi hiasan bagi si pembicara sedang diamnya yang diam menjadikannya tampil tanpa hiasan.
Bicara yang baik memberi manfaat bagi pembicara dan pendengarnya sedang diam hanya berpotensi bermanfaat untuk yang diam. Tidak ada baiknya diam menyangkut pengetahuan dan tidak ada baiknya berbicara berdasar ketidaktahuan. Diam pada tempatnya baik dan berbicara bila dibutuhkan wajib. Yang diam menyangkut hak yang perlu diketahui adalah setan yang bisu. Ini demikian dalam satu situasi berbicara harus dikedepankan, lebih-lebih jika kandungan pembicaraan itu memiliki dampak positif terhadap seseorang lebih-lebih jika terhadap orang banyak.
Allah menilai berdosa siapa yang mengetahui sesuatu yang dibutuhkan tapi menyembunyikanya: Janganlah kamu menyembunyikan persaksian! Siapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya hatinya telah berdosa. Begitu firman-Nya dalam Q.S. Al-Baqarah [2]: 283.
Sekian banyak hadis Nabi pun yang memperingatkan agar jangan menyembunyikan pengetahuan yang berdampak buruk bila disembunyikan. Memang jika telah ada satu pihak yang menyampaikannya, maka gugurlah kewajiban itu terhadap yang lain, tetapi jika penyampaian orang lain belum memadai atau belum memuaskan, maka janganlah diam menyangkut apa yang Anda ketahui.
Tidak dapat disangkal bahwa berbagai pertanyaan telah diajukan kepada para ulama, cendekiawan atau orang bijak, antara lain menyangkut pilihan capres dan cawapres. Ada di antara mereka yang diam. Bisa jadi karena merasa sudah ada yang menjawabnya dan ada juga yang sejak semula telah menyatakan pandangannya. Kedua sikap di atas tidak tercela khususnya pada awal masa kampanye.
Tapi kini ada perkembangan. Persaingan antara dua pasangan semakin ketat, tarik-menarik simpati semakin kuat. Kampanye negatif pun semakin marak. Lalu ada juga sekelompok yang tidak kecil dari masyarakat yang belum menentukan pilihan padahal keterlibatan mereka dalam pemilihan presiden dan wakilnya sangat dibutuhkan lagi dapat menentukan dalam memenenangkan siapa yang dinilai lebih baik.
Nah, situasi ini menjadikan diam seribu bahasa tidaklah lagi bijak, lebih-lebih jika yang bertanya itu mengandalkan jawaban sosok yang ditanya. Di sini bukan saja bicara lebih baik daripada diam, tapi bicara diperlukan karena diam dapat menjadikan si penanya semakin bingung bahkan salah pilih. Tentu saja yang yang menjawab harus sangat bijaksana, tidak berkampanye negatif apalagi hitam. Kalau tak dapat memberi jawaban yang tegas dan nyata cukuplah dengan isyarat yang dipahami tanpa menyinggung perasaan siapapun.
Akhirnya, “Mari berpuasa dengan tekad meningkatkan kecerdasan mental dan spiritual, sambil berdoa – kiranya Pilpres berlangsung aman tertib dan yang ditetapkan Allah sebagai Presiden dan wakilnya adalah yang paling merakyat lagi merasakan gejolak hati masyarakat serta yang lebih mampu menutup kebocoran dan berjuang mewujudkan Indonesia yang jaya dan hebat.” Amin. [M.Quraish Shihab]
Namun kata orang bijak: Keistimewaan diam ketimbang berbicara seperti yang tercermin dalam ungkapan di atas tidaklah mutlak. Membicarakan kebajikan dengan baik lebih baik daripada diam.” Di sini pembicaraan menjadi hiasan bagi si pembicara sedang diamnya yang diam menjadikannya tampil tanpa hiasan.
Bicara yang baik memberi manfaat bagi pembicara dan pendengarnya sedang diam hanya berpotensi bermanfaat untuk yang diam. Tidak ada baiknya diam menyangkut pengetahuan dan tidak ada baiknya berbicara berdasar ketidaktahuan. Diam pada tempatnya baik dan berbicara bila dibutuhkan wajib. Yang diam menyangkut hak yang perlu diketahui adalah setan yang bisu. Ini demikian dalam satu situasi berbicara harus dikedepankan, lebih-lebih jika kandungan pembicaraan itu memiliki dampak positif terhadap seseorang lebih-lebih jika terhadap orang banyak.
Allah menilai berdosa siapa yang mengetahui sesuatu yang dibutuhkan tapi menyembunyikanya: Janganlah kamu menyembunyikan persaksian! Siapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya hatinya telah berdosa. Begitu firman-Nya dalam Q.S. Al-Baqarah [2]: 283.
Sekian banyak hadis Nabi pun yang memperingatkan agar jangan menyembunyikan pengetahuan yang berdampak buruk bila disembunyikan. Memang jika telah ada satu pihak yang menyampaikannya, maka gugurlah kewajiban itu terhadap yang lain, tetapi jika penyampaian orang lain belum memadai atau belum memuaskan, maka janganlah diam menyangkut apa yang Anda ketahui.
Tidak dapat disangkal bahwa berbagai pertanyaan telah diajukan kepada para ulama, cendekiawan atau orang bijak, antara lain menyangkut pilihan capres dan cawapres. Ada di antara mereka yang diam. Bisa jadi karena merasa sudah ada yang menjawabnya dan ada juga yang sejak semula telah menyatakan pandangannya. Kedua sikap di atas tidak tercela khususnya pada awal masa kampanye.
Tapi kini ada perkembangan. Persaingan antara dua pasangan semakin ketat, tarik-menarik simpati semakin kuat. Kampanye negatif pun semakin marak. Lalu ada juga sekelompok yang tidak kecil dari masyarakat yang belum menentukan pilihan padahal keterlibatan mereka dalam pemilihan presiden dan wakilnya sangat dibutuhkan lagi dapat menentukan dalam memenenangkan siapa yang dinilai lebih baik.
Nah, situasi ini menjadikan diam seribu bahasa tidaklah lagi bijak, lebih-lebih jika yang bertanya itu mengandalkan jawaban sosok yang ditanya. Di sini bukan saja bicara lebih baik daripada diam, tapi bicara diperlukan karena diam dapat menjadikan si penanya semakin bingung bahkan salah pilih. Tentu saja yang yang menjawab harus sangat bijaksana, tidak berkampanye negatif apalagi hitam. Kalau tak dapat memberi jawaban yang tegas dan nyata cukuplah dengan isyarat yang dipahami tanpa menyinggung perasaan siapapun.
Akhirnya, “Mari berpuasa dengan tekad meningkatkan kecerdasan mental dan spiritual, sambil berdoa – kiranya Pilpres berlangsung aman tertib dan yang ditetapkan Allah sebagai Presiden dan wakilnya adalah yang paling merakyat lagi merasakan gejolak hati masyarakat serta yang lebih mampu menutup kebocoran dan berjuang mewujudkan Indonesia yang jaya dan hebat.” Amin. [M.Quraish Shihab]
Selasa, 17 Juni 2014
Bertindak SMART Dalam Mencapai Target
dakwatuna.com - Tentu setiap manusia memiliki target-target
masing, ingin ini ingin itu dan lain sebagainya. Terlepas dari itu semua
mari kita belajar yuk bagaimana tips-tips untuk menggapai target. Ada
metode yang bisa kita gunakan sebagai panduan kita dalam mencapai setiap
target kita. Metode itu kita kenal dengan SMART.
S: Spesifik
Maksudnya, dalam menyusun target mutlak kita harus spesifik. Perlu kita membuat detail tentang target kita. Dengan target yang jelas dan detail kita akan mudah terpacu untuk mencapainya. Bagaimanapun pula jika kita akan pergi ke suatu tempat dengan kejelasan tujuan akan memudahkan dan memantapkan perjalanan kita menempuh tujuan itu. Begitu pula di saat kita memiliki tujuan dan cita-cita hidup yang jelas maka usaha dan perjuangan kita dalam menggapai itu semua akan terasa mudah dan mantap.
M: Measurable
Setiap impian sebenarnya boleh kita menempatkan setinggi-tingginya. Namun juga tak sepatutnya kita bercita-cita terlalu muluk-muluk. Alangkah lebih baik jika kita bercita-cita dan berkeinginan suatu hal yang terukur. Boleh kita berangan angan yang tinggi namun jangan sampai justru itu seperti ungkapan bagai pungguk merindukan bulan. Namun yang parah lagi adalah angan-angan kosong tanpa usaha dan doa untuk menggapainya.
A: Attractive
Bercita-citalah yang berbeda dengan orang lain. Ada sisi positif yang bisa kita andalkan dan banggakan ketimbang cita-cita orang lain. Harus ada added value atau nilai tambah. Dengan berbeda dalam artian lebih baik dari orang lain maka kita akan menjadi pribadi yang memiliki nilai tambah jika dibandingkan dengan orang lain.
R: Reasonable
Dalam menentukan target pasti diawali dengan alasan kenapa kita harus mencanangkan target itu. Berawal dari situlah kejelasan tentang target kita mulai dibangun.
T: Time Bound
Pencapaian target kita harus jelas, mulai dari angka pendek maupun jangka panjang harus mempunyai timeline pencapaian. Sehingga alur kita jelas dan akan tersistematisasi setiap usaha yang kita lakukan.
Demikian beberapa tips yang bisa kita gunakan dalam menggapai setiap mimpi-mimpi kita. Semoga bisa menggugah!! Dan yang terpenting adalah Allah akan senantiasa bersama orang-orang yang mau bermimpi dan berupaya keras menggapai mimpinya. Hamasah.
S: Spesifik
Maksudnya, dalam menyusun target mutlak kita harus spesifik. Perlu kita membuat detail tentang target kita. Dengan target yang jelas dan detail kita akan mudah terpacu untuk mencapainya. Bagaimanapun pula jika kita akan pergi ke suatu tempat dengan kejelasan tujuan akan memudahkan dan memantapkan perjalanan kita menempuh tujuan itu. Begitu pula di saat kita memiliki tujuan dan cita-cita hidup yang jelas maka usaha dan perjuangan kita dalam menggapai itu semua akan terasa mudah dan mantap.
M: Measurable
Setiap impian sebenarnya boleh kita menempatkan setinggi-tingginya. Namun juga tak sepatutnya kita bercita-cita terlalu muluk-muluk. Alangkah lebih baik jika kita bercita-cita dan berkeinginan suatu hal yang terukur. Boleh kita berangan angan yang tinggi namun jangan sampai justru itu seperti ungkapan bagai pungguk merindukan bulan. Namun yang parah lagi adalah angan-angan kosong tanpa usaha dan doa untuk menggapainya.
A: Attractive
Bercita-citalah yang berbeda dengan orang lain. Ada sisi positif yang bisa kita andalkan dan banggakan ketimbang cita-cita orang lain. Harus ada added value atau nilai tambah. Dengan berbeda dalam artian lebih baik dari orang lain maka kita akan menjadi pribadi yang memiliki nilai tambah jika dibandingkan dengan orang lain.
R: Reasonable
Dalam menentukan target pasti diawali dengan alasan kenapa kita harus mencanangkan target itu. Berawal dari situlah kejelasan tentang target kita mulai dibangun.
T: Time Bound
Pencapaian target kita harus jelas, mulai dari angka pendek maupun jangka panjang harus mempunyai timeline pencapaian. Sehingga alur kita jelas dan akan tersistematisasi setiap usaha yang kita lakukan.
Demikian beberapa tips yang bisa kita gunakan dalam menggapai setiap mimpi-mimpi kita. Semoga bisa menggugah!! Dan yang terpenting adalah Allah akan senantiasa bersama orang-orang yang mau bermimpi dan berupaya keras menggapai mimpinya. Hamasah.
Jumat, 02 Mei 2014
Mengenal dan Mengatasi Fobia Pada Anak
Oleh Rosdiana Setyaningrum
Psikolog
Mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa bisa terkena fobia. Apa saja jenis-jenis fobia dan bagaimana mengatasinya?
Anak-anak
sering merasa takut, entah pada hal yang memang menakutkan atau yang
kita anggap wajar untuk ditakuti hingga pada hal-hal yang rasanya tidak
wajar.
Misalnya saja, anak sering takut terhadap badut atau suara petir. Mereka begitu takut, sampai tidak berani datang ke acara ulang tahun teman atau melihat ke luar saat hujan dan petir.
Misalnya saja, anak sering takut terhadap badut atau suara petir. Mereka begitu takut, sampai tidak berani datang ke acara ulang tahun teman atau melihat ke luar saat hujan dan petir.
Mengapa Anak Merasa Takut?
Bila kita melihat tahapan perkembangan kognitif anak, menurut pakar psikologi asal Swiss, Jean Piaget, anak pada usia 2-7 tahun berada pada tahapan Pra Operasional. Pada tahapan ini, walaupun mereka sudah dapat membayangkan obyek tanpa contoh (misalnya mereka berkata ingin es krim walaupun tidak sedang melihat gambar es krim), cara berpikir mereka masihlah amat sederhana.
Mereka tidak dapat membedakan mana yang khayalan dan mana yang kenyataan. Jadi seandainya mereka takut badut, itu karena mereka tidak dapat membayangkan yang di dalam badut itu sebenarnya orang biasa. Mereka melihat badut apa adanya, yaitu mahluk besar dengan gerakan kaku. Oleh karena itu mereka merasa tidak nyaman tiap kali ada badut didekatnya.
Apa Bedanya Takut dengan Fobia?
Fobia adalah ketakutan yang luar biasa terhadap sesuatu. Bisa saja orang, benda atau kejadian. Misalnya si badut tadi, anak yang takut badut akan tetap mau melewati si badut untuk pergi ke bagian lain ruangan, asal tidak terlalu dekat. Ada juga yang mau mendekat asal ada yang menemani.
Bila anak mengalami fobia, maka ia akan benar-benar merasakan takut yang luar biasa terhadap si badut. Bisa saja dari jarak jauh ia sudah menghindar, menangis, dan bahkan berteriak ketakutan walaupun ditemani.
Pada usia ini, memang masih agak sulit ditentukan, apakah seorang anak mengalami fobia atau ketakutan yang sesuai dengan usianya. Namun, memasuki usia sekolah dasar (usia 7-12 tahun), fobia akan lebih mudah dikenali. Pada usia ini, menurut Piaget, anak akan masuk pada tahapan konkrit operasional.
Artinya, anak sudah mengerti mana yang khayalan dan mana yang bukan. Ia seharusnya sudah tahu, di dalam badut ada orang yang memakai pakaian dan topeng.
Jadi seharusnya ia tidak terlalu ketakutan melihat badut. Mungkin saja ia masih merasa tidak nyaman, tapi ia tidak akan terlalu menghindari atau menangis berteriak ketakutan.
Berbagai Jenis Fobia Pada Anak
Ada berbagai macam fobia yang terjadi pada anak. Namun yang sering terjadi adalah sebagai berikut:
Social Phobia, yaitu rasa takut atau malu yang amat sangat saat seseorang berada di antara orang-orang lain, terutama yang tidak ia kenal.
Anak dengan social phobia, biasanya tidak mau ke tempat umum, seperti mal. Mereka bahkan bisa tidak mau berbicara pada guru saat ia ingin ke toilet, karena ia tidak mau maju ke depan kelas untuk minta izin.
Kadang orang berpikir, anak yang terkena social phobia memiliki sifat pemalu. Tapi sebenarnya, anak dengan social phobia bisa saja punya teman dekat, tapi mereka tidak berani berada di depan orang banyak.
Agoraphobia, yaitu ketakutan berada di antara kerumunan orang. Jadi saat berada di antara orang-orang, baik yang dikenal maupun tidak, ia bisa mengalami panic attack atau serangan panik. Napas tersengal, bahkan yang terburuk sampai pingsan.
Claustrophobia, adalah ketakutan berada di tempat kecil, seperti di lift, terowongan atau pesawat terbang.
Arachnophobia, yaitu takut pada laba-laba. Memang banyak orang takut pada laba-laba, mungkin karena menonton film atau geli melihatnya. Tapi anak yang menderita arachnophobia mempunyai rasa ketakutan yang luar biasa terhadap laba-laba, tanpa alasan jelas.
Penyebab Fobia
Fobia biasanya muncul ketika seseorang pernah mengalami kejadian yang menakutkan. Ada bagian dari otak kita yang bernama amygdala atau otak emosi. Bagian otak ini biasanya mengingat hal-hal yang mengerikan atau amat menyedihkan. Biasanya saat hal-hal yang terekam pada amygdala muncul, reaksi kita menjadi amat berlebihan.
Terkena fobia bukanlah tanda bahwa anak-anak kita kurang dewasa atau kurang kuat kepribadiannya. Sebenarnya ini adalah reaksi otak untuk melindungi kita agar tidak berada dalam situasi yang berbahaya atau menyedihkan. Hanya saja, dalam hal ini otak bekerja secara berlebihan.
Bagaimana Mengatasi Fobia Pada Anak?
Fobia harus diatasi bila anak sudah mengalaminya selama lebih dari 6 bulan, fobia semakin terasa "dalam" dan anak terus-menerus menghindari penyebab fobia. Terutama saat fobia mengganggu kegiatan mereka dan anak merasa ketakutannya tidak beralasan.
Anak belum dapat mengatasi sendiri rasa takut yang berlebihan ini. Ia membutuhkan bantuan dari orang tua, guru, dan bahkan mungkin juga psikolog.
Orang tua dan guru dapat membantu anak memahami ketakutannya secara perlahan. Cari tahu mengenai apa yang ia takuti dan berilah pengertian mengapa ia seharusnya tidak takut.
Pelan-pelan, ajak ia untuk menghadapi apa yang ia takuti tersebut, sambil melatih anak relaksasi. Intinya adalah perlahan dan jangan sampai proses malah menjadi trauma pada anak.
Bila usaha orang tua dan guru dilihat tidak mendapatkan hasil yang baik, bawalah anak ke psikolog untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut.
Langganan:
Postingan (Atom)
