Sabtu, 27 Agustus 2016

A True Friend

I have been working in this company around almost 6 years. There are a lot of ups and downs I receive. During difficult situation of looking for a job and with many unemployment in Indonesia presents. So, I must think twice to anticipate my wrong steps later. As well as, the happiness I get there are many dreams that almost come true for me and It needs a patient to reach it.

Rabu, 24 Agustus 2016

Different Brain with Different Way

Have you ever seen this way
Have you ever seen this problem
Have you ever seen this point of view
Have you ever seen this different

Exactly this different is coming from your finding
Finding with anything you get
Finding with anything you like
Finding with anything with you get

Let's get this things for you
Let's get this things for us
Let's get this things from yours
Let's get this things without you

Selasa, 26 Juli 2016

Dri

You are my fail love ever
I like and love you
Through of a dream
But it was true

The story is
When one night I dreamed
The next day You came to my class
You came to ask something

That made me to state a dream was real
I tried to know you more
Finding your class
Your address and your close friend

I still remember when I stated I love you
At first you were confused to accept me
I stated that I would love you more
Finally You accepted me

I felt so happy that time
But the storm came
When I tried to call you
You tried to avoid me

Until in University I lost your contact
I only enjoyed to get through your house
It was so happy for me
Even I only got through

Until one day
You invited me to join MLM
Even I knew to run this business was so hard
But I meant it was OK only to close with you

It was a happiness when I met you
Even you didn't love me anymore
Finally when you decided to move to Jakarta
To continue your education

I ever to contact you
Trying to make a communication with you
But You avoided me
Until now you avoided me.

Until you have two cute children.
You have chosen your love
And you had success as an educator
You are success and happy with your life

Even I ever had you a moment
But it would be my life memories
And as a lesson of me about love
Love need an intention close.

Srie

You are so sweet girl
I ever met
Since that time I knew you like me
But I didn't even I felt

Every Saturday night you came to my rent house
With your friends
You dressed with interested clothes
I felt that you to attract me

That day when I was afraid of sin
I was still learning of religion
I was so religious that one
I was so afraid of wrongness

Finally I realized you love me
I tried to find you but until now
I didn't find you
I know that we are not match

It is enough as my life memory
That a match is not to need to run
Even we feel someone loves us
If match is not your it will not be yours.

My Aninomous Love

Since I was in vocational high school
Many mystery of loves came to me
But the more unique love was this
I didn't know your name again now

When I met you
You came to close me
It made me so surprise
You words so smoth

When I came to library
You always gone to library
We discussed to geteher
With anything interesting

I still remember when you were birthday
I invited you to treated you
But you made with many reasons
Since that day I decided to leave you

Because you didn't have intention of me
And finally I came across you with another man
But I felt jelous
But you just pretend of it

Novie

You are my first love
The first time when I knew a love
When I remember about you
I laugh and smile by my self

And you should you know
Since I felt a love that you are my everything
Got through your house felt so happy
Even more when I met you

I ever made a language that I named it was Worm language
I tried to concept this words in order to state a love with you
Since basic education to high education
I buried a sense with you

I wanted to meet you but my body shaking
That was why I always fail to meet you
I still remember when your mother told me as her son in law
It was so flowering my heart

And I felt I had a hope
One day I pretend to buy ice cube
It was because I wanted to meet you
However when I heard that your hang with your neighbour

It made my heart was broken
Broken into many pieces
You had chosen him meanwhile I looked you many times
But You didn't listen my heart about you

Even so that man was not your match
And the lucky man who had you was a shipment
You are so happy until know
And I tried to forget you even you are my first love.

Selasa, 24 Mei 2016

Inilah Perbedaan Dampak Membaca di Media Sosial dan Buku


“Dari 100 orang yang membagikan tulisan saya via Facebook, hanya separuh yang membaca,” keluh seorang rekan, penulis artikel, sembari menunjukkan statistik di websitenya. “Artinya, mereka hanya mengambil kesimpulan informasi dari judulnya lantas membagikannya,” imbuhnya. Melimpahnya informasi di sosial media nampaknya membuat kita cenderung malas membaca. Bahkan, kadangkala dengan mudah kita share info-info sampah, sebagian berujung caci dan fitnah. Nicholas Carr pernah membahas penurunan minat membaca semenjak era google. Di era media sosial ini, daya tahan membaca kita nampaknya semakin berkurang. Jika dahulu masih dapat membaca dengan konsentrasi 3-4 lembar, semenjak era social media, tulisan 3-4 paragraf paling kita skip. Selain itu, kita juga lebih banyak membaca dengan teknik skimming. Sama halnya dengan membaca portal berita online yang dilakukan dalam sekedip mata. Ada hal lain yang perlu dikuatirkan. Menurut survey yang dilakukan oleh global web index, rata rata penggunaan social media di Indonesia cukup tinggi. Dalam seharinya, orang mengakses media sosial selama 2 jam 51 menit! Dari sisi jumlah, ada 79 juta user Facebook. Lebih dari 90% adalah usia produktif, antara 13 tahun-40 tahun. Hal ini kontradiktif dengan minat baca di Indonesia yang relatif rendah. Data statistik UNESCO pada 2012 menyebutkan indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Artinya, dari 1.000 penduduk, hanya satu warga yang tertarik untuk membaca. Di sisi lain, media sosial seperti FB, dan Twitter adalah medium informasi yang sangat efektif. Akses informasi mudah didapat dengan sangat cepat. Sosial media tidak hanya menyuplai informasi, mereka membentuk proses berfikir kita. Apa beda membaca buku dan status media sosial? “Kita tidak hanya apa yang kita baca, tetapi bagaimana kita membaca,” kata Maryanne Wolf, psikolog dari Tufts University. Teknologi digital, termasuk di antaranya social media menawarkan efisiensi, kenyamanan, dan kecepatan informasi. Hal ini membuat kita merasa nyaman, tetapi menurunkan kemampuan membaca kita secara mendalam. Akibatnya berpikir dan berkontemplasi menjadi berkurang. Sosial media membuat kita cenderung, berenang di permukaan, bukan menyelam di kedalaman. Selayaknya membaca, berpikir dan mengambil kesimpulan dilakukan sebagai suatu proses untuk mencerna informasi. Proses berpikir, kita dapatkan dari membaca secara mendalam. Jika proses ini hilang bagaimana bisa bersikap adil sejak dalam pikiran? Nalar kritis dan daya pikir seseorang bertumbuh seiring banyaknya buku yang dibaca. Sederhananya buku menyediakan informasi, membaca adalah menyaring, dan kontemplasi adalah pengolahan informasi. Dengan adanya internet, termasuk di antaranya social media, proses ini menjadi semakin mudah. Kinerja menyaring dan mengolah informasi sebagian dilakukan oleh teknologi. Kita cenderung hanya menjadi decoder informasi. Akibatnya, kemampuan kita untuk menginterpretasi teks yang dapat memperkaya pemahaman ketika membaca secara mendalam turun secara drastis. Riset yang dilakukan oleh James Olds, professor di George Mason University, menyatakan otak seorang manusia dewasa masih dapat berkembang. Sel dalam otak secara rutin membentuk jaringan baru, menggantikan jaringan lama. Hal ini tentu saja sangat ditentukan dari bagaimana otak ini difungsikan. Kemampuan menganalisis informasi semakin berkurang berpotensi menjadikan kita tumpul. Di sisi lain, kita menjadi malas menganalisa secara mendalam. Baca judulnya dan jump to conclusion. Efeknya adalah, kita dapat menjadi generasi yang emosional dan gampang dipengaruhi. Membaca Secara Efektif Ada beragam cara yang dapat dilakukan untuk menjembatani banjir informasi dan kapasitas membaca. Menyaring informasi adalah upaya yang tepat. kita tidak perlu merespon hal-hal yang hanya menguras energi. Jauh lebih banyak hal yang perlu dipahami daripada hal yang perlu dikomentari. Membaca perlahan, adalah cara lain untuk dapat mencerna informasi dengan baik. Cermati isi bacaan lalu cobalah menghubungkan ide-ide yang terkait. Pertimbangkan berbagai sudut pandang, jangan lupa juga untuk mengetahui prinsip-prinsip atau kunci dari bacaan yang dibaca. Dan yang terpenting, hantarkan pengetahuan dari bacaan tersebut ke dalam pikiran. Tetaplah kritis. Paradoks paling heboh di era medsos adalah membanjirnya informasi tetapi pengetahuan tidak bertambah. Sebagian malah hanya berisi fitnah. Sekedar melek informasi tidak cukup. Dan menjadi melek informasi di era media sosial justru sangat mudah. Yang dibutuhkan adalah melek literasi. Kemampuan untuk memahami, menganalisis, dan mendekonstruksi informasi.